Terulang lagi

Terulang lagi, aku menemukanmu tak hanya di sini. Aku melihatmu berada di depan pintu. Kamu tak terlihat ingin masuk, namun enggan untuk pergi. Ternyata benar, bukannya kamu tak ingin, kamu hanya bingung; pintu mana yang mau kamu buka dan ruangan mana yang mau kamu kunjungi. Nyatanya, milikku yang sudah terbuka ini bahkan tak menggugah hasratmu.

Sesulit itu ya memilih aku? Entah apa kurangnya aku di mata kamu, entah apa lebihnya mereka di pandangan kamu. Kayaknya, aku memang bukan opsi pertama yang akan kamu pilih. Aku sekarang paham kenapa kata-kata kamu yang manis itu ngga masuk begitu aja ke hati aku, karena memang itu bukan kata dari hati. Kamu enteng banget ngomong seolah aku satu-satunya, ternyata aku cuma salah satu bagian yang bisa kamu ganti. Padahal aku bukan kepingan yang bisa kamu bongkar pasang sesuai keadaan mood dan kebutuhan kamu.

Sesusah itu ya untuk percaya sama aku? Mungkin memang ada tembok besar di hati kamu, yang kamu bangun tinggi-tinggi biar kamu ngga terluka lagi. Ah, capek banget. Ini bukan pertama kalinya aku diginiin. Kayaknya, aku kena karma deh karna jadi first love yang buruk buat mantan aku, jadinya cowok-cowok yang aku temuin masih berkelibat sama mantannya. And the worst, sekarang bukan cuma mantan tapi opsi kamu yang lainnya juga jadi saingan aku? Don’t make me questioned my worth, ya.

Kayaknya, perlu aku tutup deh pintu itu. Perihal mau kamu ketok atau dobrak juga udah bukan urusan aku lagi. Aku, ngga siap sakit hati lagi. Terima kasih.

Komentar