Orang yang Paling Kurindukan



Matanya terlihat lelah, namun senyumnya masih merekah.

Langkah kakinya beradu pada lantai bandara yang terasa sendu. Aku masih terdiam, menanti kehadirannya yang beberapa langkah di depan mata.

Sampai raganya tiba tepat di hadapanku. Dengan tawa hangat yang beriringan dengan matanya yang mengecil, aku mendengar suara beratnya. Suara yang kurindukan setiap malam dan raut wajah yang selalu kubayangkan sebelum tidur, kini benar-benar nyata. Kami berada di satu atap yang sama.

Tangisku pecah. Ku sembunyikan wajahku dengan telapak tangan. Panas, wajahku memanas.

Lengan yang perlahan merengkuh tubuhku membuatku paham, ia juga rindu.

Sangat sangat rindu.

Komentar